BALIKPAPAN – kabaronenews.com – Malam Ahad (28/2/2026). Di bawah naungan langit malam yang penuh berkah, gema suara bedug yang dipukul oleh Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas’ud, S.E., M.E., menjadi penanda sakral berakhirnya perhelatan Ramadhan Balikpapan Vaganza 129.
Suasana khidmat menyelimuti area Gedung Parkir Klandasan jalan ARS Muhammad saat prosesi penutupan berlangsung, menandai suksesnya syiar religi dan ekonomi kreatif di Kota Beriman.
Didampingi istri tercinta yang juga Ketua Forum Ekonomi Kreatif (Ekraf) Balikpapan, Hj. Nurlena Rahmad Mas’ud, serta jajaran Forkopimda, Wali Kota tampak haru menyaksikan antusiasme umat.
Acara ini bukan sekadar festival, melainkan manifestasi nyata dari semangat ukhuwah islamiyah dan kolaborasi membangun kota.
Tabuhan Prestasi dan Janji Syiar Masa Depan
Panggung utama menjadi saksi senyum bahagia para pemenang lomba. Mulai dari santri cilik yang mahir mewarnai, pelantun lagu religi yang menyentuh kalbu, hingga para penabuh bedug yang menjaga tradisi.
Ketua forum Ekraf, didampingi Kadisporapar C.I. Ratih Kusuma, menyerahkan hadiah sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas yang bernapaskan nilai-nilai islami yang diikuti selanjutnya oleh walikota secara bergantian menyerahkan hadiah dan uang pembinaan.
Namun, kejutan besar menanti di tahun depan. Di hadapan ribuan warga, Rahmad Mas’ud menjanjikan gelaran yang jauh lebih dahsyat.
“Tahun depan, insya Allah, kita buat lebih meriah lagi. Hadiahnya akan kita tingkatkan dan jenis lomba akan ditambah dengan lomba Azan, Hafiz Qur’an, hingga Dai Cilik. Kita ingin melahirkan generasi emas yang berakhlakul karimah dari kota ini,” tegas sang Wali Kota yang disambut pekikan takbir dan tepuk tangan jemaah.
Jejak Kebaikan: Ribuan Takjil dan Parsel untuk Sesama
Selama dua hari (27-28 Februari 2026), ruh utama acara ini adalah sedekah.
Meneladani sifat kedermawanan Rasulullah SAW, Forum Ekraf Balikpapan menyalurkan 129 paket parsel untuk pejuang ekonomi kreatif dan membagikan 2.000 paket takjil di kawasan Taman Bekapai.
Menuju Balikpapan Madinatul Iman yang Global
Dalam pidato penutupnya yang menggetarkan jiwa, Wali Kota mengingatkan bahwa berakhirnya acara ini adalah awal dari refleksi diri.
“Kita sedang membuka gerbang muhasabah. Hikmah Ramadan adalah tentang pengendalian diri dan keteguhan iman. Menjadi kota global bukan berarti kita kehilangan jati diri, melainkan membawa identitas Madinatul Iman ke kancah dunia,” pesannya dengan penuh wibawa.
Beliau mengajak seluruh masyarakat untuk terus memegang teguh semangat kolaborasi. “Mari kita bangun kota ini dengan cinta, kita jaga dengan kerukunan, dan kita bela dengan prestasi,” tambahnya.
Acara ditutup dengan ucapan syukur “Alhamdulillahirabbil’alamin” dan jargon yang membakar semangat:
“Balikpapan: Kubangun dengan Amal, Kujaga dengan Iman, Kubela dengan Doa!”
NK


















