BALIKPAPAN – kabarOnenews.com – Di bawah langit Kalimantan Timur yang kini menjadi tumpuan harapan bangsa, sebuah babak baru pengabdian sedang ditulis.
Sejak Januari 2026, sosok bersahaja namun tegas, Brigjen Pol. Adrianto Jossy Kusumo, S.H., M.Han., resmi mengemban amanah sebagai Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Kaltim.
Ini bukan sekadar pergantian jabatan; ini adalah tentang menempatkan “penjaga” terbaik di jantung masa depan Indonesia: Ibu Kota Nusantara (IKN).
Anak Kandung Tugas, Penakluk Badai
Lahir pada 29 Januari 1969, Brigjen Pol. Adrianto bukanlah nama asing di palagan keamanan nasional. Alumnus Akpol 1992 ini adalah sosok yang jiwanya telah ditempa oleh kerasnya operasi dan tajamnya risiko.
Sebagai salah satu “arsitek” utama di Densus 88 Antiteror, beliau telah menghabiskan bertahun-tahun dalam sunyi, bertarung melawan ancaman demi memastikan rakyat bisa tidur dengan tenang.
Rekam jejaknya sebagai Direktur Penindakan Densus 88 dan Kasatgaswil Papua bukan sekadar deretan prestasi di atas kertas.
Di sana ada keringat, keberanian, dan keputusan-keputusan sulit yang diambil demi nyawa orang banyak.
Kini, sang ahli terorisme yang pernah menjaga perbatasan dan hutan Papua itu, hadir di Bumi Etam membawa ketenangan bagi masyarakat yang tengah menyongsong perubahan besar.
Sentuhan Humanis di Balik Seragam Tegas
Bagi Brigjen Pol. Adrianto, menjaga keamanan bukan hanya soal senjata dan barisan pasukan, melainkan soal menjaga hati dan kepercayaan.
Sejak menginjakkan kaki di Kaltim, beliau tidak hanya duduk di balik meja. Beliau turun ke lapangan, menyapa personel hingga ke akar rumput, dan memastikan bahwa setiap anggota Polri hadir sebagai pelindung, bukan penguasa.
Langkah-langkah strategisnya dalam beberapa bulan terakhir mencerminkan keseimbangan antara profesionalisme dan kemanusiaan.
Kehadiran di Garis Depan: Beliau rutin melakukan inspeksi mendadak, bukan untuk mencari kesalahan, melainkan untuk memastikan bahwa setiap “alat negara” siap memberikan pelayanan terbaik bagi warga.
Merajut Simpul Persaudaraan: Melalui dialog dengan tokoh masyarakat dan legislatif, beliau membangun benteng keamanan yang berbasis pada rasa saling menghormati. Bagi beliau, kedamaian sejati lahir dari komunikasi, bukan sekadar instruksi.
Pengawal Aspirasi: Di tengah dinamika pembangunan IKN, beliau memastikan bahwa suara rakyat didengar. Di bawah pengawasannya, penyampaian aspirasi dijaga dengan pendekatan yang humanis—memastikan hak warga terlindungi tanpa mengorbankan ketertiban umum.
Sebuah Janji untuk Bumi Etam
Penunjukan Brigjen Pol. Adrianto Jossy Kusumo adalah perpaduan sempurna antara ketajaman taktis seorang prajurit dan kearifan seorang pemimpin.
Beliau adalah sosok yang memahami bahwa di balik megahnya gedung-gedung yang akan berdiri di IKN, ada harapan masyarakat lokal yang harus dijaga.
Kaltim kini tidak hanya memiliki seorang Wakapolda, tetapi memiliki seorang kakak, pelindung, dan pengawal yang berjanji bahwa di tangannya, stabilitas bukan sekadar kata-kata, melainkan rasa aman yang bisa dirasakan setiap jiwa di Bumi Etam.
NK



















