LAMONGAN , KabarOne News com– Suasana penuh khidmat dan kebersamaan mewarnai rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Haul Muassis dan Masyayikh, sekaligus Harlah 1 Abad Pondok Pesantren Nurul Huda (PPNH) Sumberwudi, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan.
Rangkaian kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, Selasa hingga Kamis, 6–8 Oktober 2026 tersebut menjadi momentum istimewa untuk mengenang jasa para pendiri dan pengasuh pesantren sekaligus mensyukuri perjalanan panjang PPNH Sumberwudi selama satu abad.
Kegiatan digelar di halaman Pondok Pesantren Nurul Huda Sumberwudi dengan menghadirkan berbagai agenda keagamaan, pendidikan, seni, hingga temu alumni.
Rangkaian acara diawali Selasa, 6 Oktober 2026 melalui Bazar dan Pameran Pendidikan pada pagi hari. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Khotmul Quran dan Imtihan TPQ Nurul Huda serta Parade Puisi dan Pentas Seni pada malam harinya.
Memasuki Rabu, 7 Oktober 2026, kegiatan diisi dengan Yayasan PPNH Bersholawat, Khotmul Qur’an Bil Ghoib, dan Lailatul Hadroh ISHARI.
Sementara pada hari terakhir, Kamis, 8 Oktober 2026, suasana semakin khidmat dengan agenda Ziarah ke Maqbaroh Masyayikh, Khotmul Qur’an Bin Nadhor, serta Temu Alumni PPNH. Seluruh rangkaian kemudian ditutup dengan Puncak Acara Pengajian Umum pada malam hari.
Puncak acara turut dihadiri sejumlah tokoh ulama dan tokoh pendidikan. Di antaranya KH. Abdul Matin Jawahir, Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama sekaligus Pengasuh PP Sunan Bejagung Tuban; KH. Su’udul Azka, ulama ahli fiqih dan Pengasuh PP Nurul Huda; KH. Salim Azhar, Rais Syuriah PCNU Lamongan sekaligus Pengasuh PP Raudlatuttullab Sendang; serta Prof. Dr. Ah Zakky Fuad, Dewan Pimpinan Yayasan Pendidikan Nurul Huda.
Hadir pula jajaran Forkopimcam Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan.
Panitia Peringatan Harlah 1 Abad PPNH Sumberwudi, Moh. Arvani Zakky Al Kamil, mengatakan momentum satu abad bukan sekadar perayaan, tetapi menjadi pengingat atas nilai-nilai keilmuan yang telah diwariskan para pendiri pesantren.
“Sebagai pesantren yang khas mengajarkan ilmu fikih dan tafsir Al-Qur’an, PP Nurul Huda Sumberwudi konsisten menjaga ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah melalui semangat keilmuan yang diteladankan pendirinya, Kiai Abdul Karim,” ujarnya, Sabtu 10 Oktober 2026.
Menurutnya, perjalanan satu abad menjadi momentum untuk terus memperkuat peran pesantren di tengah perubahan zaman.
“Perayaan Harlah satu abad PP Nurul Huda Sumberwudi meneguhkan pesantren sebagai transformasi pendidikan dengan merawat tradisi dan membangun negeri,” pria yang disapa Gus Zakky ini.
Hal senada disampaikan Agus, salah seorang santri. Menurutnya, perjalanan panjang PP Nurul Huda telah memberikan kontribusi besar dalam mencetak generasi yang tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga mampu berkiprah di berbagai bidang kehidupan.
“Pondok Pesantren Nurul Huda Sumberwudi di usia satu abadnya telah melahirkan banyak tokoh agama dan masyarakat, kiai, intelektual, hingga pengusaha sukses,” katanya.
Ia menambahkan, kiprah pesantren juga terlihat dari perjalanan para alumninya yang tersebar di berbagai daerah dan bidang.
“Tak hanya itu, pesantren juga berhasil mengantarkan para santri dari berbagai daerah, bahkan hingga Malaysia, menuju kampus-kampus PTN favorit, serta membentuk mereka menjadi aktivis, penggerak, dan organisatoris hebat,” lanjutnya.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, sukses, dan lancar. Selain menjadi sarana memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan mengenang para muassis serta masyayikh, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk rasa syukur keluarga besar pesantren atas perjalanan 100 tahun PP Nurul Huda Sumberwudi.
Satu abad perjalanan PP Nurul Huda Sumberwudi pun menjadi bukti bahwa pesantren tidak hanya mampu bertahan melewati perubahan zaman, tetapi juga terus tumbuh sebagai ruang pendidikan, dakwah, kaderisasi, dan pengabdian kepada masyarakat. (*)



















