SEMARANG,kabaronenews.com — Semangat mencari nafkah melalui usaha ditunjukkan oleh dua penerima manfaat Program Gerobak Cahaya. Mereka adalah Muchamad Farchi (30), penjual siomay keliling di Beji, Ungaran Timur, dan Ismaiyatul Ulya (41), penjual donat lumer serta aneka kue di Kalirejo, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.
Ekspresi bahagia nampak tergurat di wajah keduanya saat YBM PLN UIT-JBT UPT Semarang bersama Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Jawa Tengah menyalurkan bantuan gerobak usaha kepada penerima manfaat tersebut, Kamis (24/09/2026).
Ketua YBM PLN UPT Semarang, Muhammad Abdullah Hafid menuturkan, bantuan yang diberikan diharapkan dapat meningkatkan penghasilan penerima manfaat.
“Kami membagikan Gerobak Cahaya kepada dua penerima manfaat yang masih muda dan sangat bersemangat dalam mencari nafkah melalui usaha berjualan. Semoga dengan bantuan Gerobak Cahaya ini omzet penerima manfaat meningkat. Kami juga sangat membutuhkan doa dari penerima manfaat agar instalasi kelistrikan di wilayah semarang dan Jawa Tengah diberikan keamanan serta keandalan,” ujar Muhammad Abdullah Hafid.
Bagi Ismaiyatul Ulya, bantuan gerobak menjadi salah satu bentuk dukungan yang telah lama diharapkannya. Sebelumnya, ia menjalankan usaha menggunakan meja dan etalase kecil sederhana.
“Terima kasih YBM PLN UPT Semarang yang telah membantu saya berupa gerobak untuk usaha jualan donat. Sebenarnya, sejak dulu saya sangat ingin memiliki gerobak karena sebelumnya berjualan menggunakan meja dan etalase kecil sederhana. Alhamdulillah, ini menjadi rezeki saya untuk menghidupi anak-anak di rumah. Semoga ke depannya usaha saya semakin berkembang,” ungkap Ismaiyatul Ulya.
Ismaiyatul Ulya merupakan seorang ibu tunggal yang suaminya telah meninggal dunia karena sakit. Ia menjalankan usaha donat lumer dan aneka kue untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus mendukung pendidikan ketiga anaknya yang masih bersekolah.
Adapun Muchamad Farchi, diketahui adalah kepala keluarga dengan empat anak yang masih kecil dan bersekolah. Ia mengandalkan hasil berjualan siomay untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya, sementara istrinya belum dapat bekerja karena baru menjalani operasi usus buntu.
Selain bantuan gerobak usaha, program ini juga memberikan peralatan pendukung sesuai kebutuhan usaha kedua penerima manfaat.
Muchamad Farchi menerima kompor satu tungku, gas elpiji, dandang siomay, dan termos es. Sementara itu, Ismaiyatul Ulya mendapatkan berbagai ukuran loyang, mixer, capitan, dan timbangan.
Melalui Program Gerobak Cahaya, YBM PLN UIT-JBT UPT Semarang bersama IZI Jawa Tengah berupaya mendukung penerima manfaat agar terus mengembangkan usaha dan membangun kemandirian ekonomi keluarga.
AMR



















