JOMBANG, KabarOne News.com– Ibarat pepatah, sekali mendayung dua pulau terlampaui. Prinsip tersebut tampaknya menjadi semangat Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Babat dalam menggelar Rapat Kerja (Raker) I masa khidmat 2026–2031. Tidak hanya berfokus pada penyusunan program organisasi, kegiatan ini juga dipadukan dengan ziarah ke makam para muassis dan tokoh besar Nahdlatul Ulama dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026.
Perpaduan dua agenda tersebut menjadi formula menarik dalam memperkuat konsolidasi organisasi, membangun spiritualitas, sekaligus mempererat persaudaraan antarkader. Sejumlah pengurus PC dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU se-Cabang Babat turut mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Perjalanan dimulai sejak pagi hari. Setelah menempuh perjalanan sekitar dua jam, rombongan tiba di Jombang dan langsung menuju kompleks Pondok Pesantren Tebuireng untuk berziarah ke makam K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Tawasul, pembacaan tahlil, dan doa dipimpin oleh Sahabat Hj. Neng Khoiriyah, Koordinator IHF PC Fatayat NU Babat.
Usai ziarah, rombongan melanjutkan agenda Raker I di Graha Gus Dur, kawasan Denanyar, Jombang. Kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, shalawat, menyanyikan lagu “Indonesia Raya”, “Mars Fatayat”, dan “Syubbanul Wathan”, serta sambutan.
Memasuki agenda inti, Raker dibagi menjadi dua sesi. Pertama, penyampaian program kerja masing-masing bidang. Kedua, rapat pleno untuk membahas dan mematangkan program-program organisasi ke depan.
Ketua PC Fatayat NU Babat, Umi Nur Faridah, menegaskan bahwa Raker bukan sekadar agenda rutin atau formalitas organisasi di setiap pergantian masa khidmat. Lebih dari itu, Raker harus menjadi ruang untuk melahirkan program yang berdaya guna dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Raker tidak hanya sekadar kegiatan seremonial dan formalitas organisasi setiap masa khidmat. Hal yang lebih penting adalah esensi bagaimana Fatayat bisa berdaya dalam karya dan berdampak dalam khidmat, untuk merealisasikan program kegiatan PC Fatayat NU Babat menjadi hal yang bermanfaat bagi umat, khususnya perempuan dan anak-anak,” ungkap Umi.
Pesan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan organisasi tidak cukup diukur dari banyaknya program yang direncanakan, tetapi sejauh mana program tersebut dapat direalisasikan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena itu, sinergi antarpengurus dan seluruh tingkatan organisasi menjadi modal penting dalam menjalankan roda perjuangan Fatayat NU.
Setelah seluruh agenda Raker dituntaskan, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan istirahat, shalat, dan makan. Selanjutnya, rombongan melanjutkan berziarah religius ke makam K.H. Bisri Syansuri dan Neng Margaret di lingkungan Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif, Denanyar, Jombang.
Pembacaan tahlil dan doa dipimpin oleh Sahabat Kholishotul Ilmiyah, Bendahara Majelis Taklim Fatimah Az-Zahra PC Fatayat NU Babat. Sementara itu, doa dipimpin oleh Neng Ainun Na’imah, Wakil Bendahara PC Fatayat NU Babat.
Perpaduan Raker dan ziarah religius ini menjadi lebih dari sekadar agenda organisasi. Ziarah ke makam para ulama dan tokoh NU menghadirkan ruang refleksi bagi para kader untuk mengenang perjuangan, meneladani keteguhan, serta merawat nilai-nilai keislaman dan ke-NU-an yang menjadi fondasi gerakan Fatayat.
Melalui kegiatan ini, PC Fatayat NU Babat berharap terbangun organisasi yang tidak hanya solid secara struktural, tetapi juga kuat secara spiritual dan produktif dalam pengabdian. Sebab, esensi berorganisasi bukan semata menyusun program, melainkan menghadirkan karya, memperkuat pemberdayaan, dan memberikan kemanfaatan nyata bagi umat, terutama perempuan dan anak-anak.(****)


















