LAMONGAN , KabarOne News.com– Upaya membangun lingkungan pendidikan yang aman, toleran, dan cinta damai terus diperkuat oleh Duta Damai BNPT Jawa Timur. Melalui program Duta Damai Goes to School, Duta Damai BNPT Jatim berkolaborasi dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Lamongan menggelar kegiatan sosialisasi dan Sekolah Damai bertema “Pelajar Cerdas Cinta Damai: Tolak Intoleransi, Bullying, dan Kekerasan di Lingkungan Pendidikan” di MAN 2 Lamongan, Jumat (30/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 09.35 hingga 11.15 WIB tersebut diikuti sekitar 150 peserta, terdiri atas siswa-siswi, guru, serta jajaran Bakesbangpol Kabupaten Lamongan. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bakesbangpol Kabupaten Lamongan Johny Indrianto F., S.STP., M.Si., Ketua Duta Damai BNPT Jawa Timur Ahmad Reza Rafsanjani, S.Pd., M.Pd., serta Kepala MAN 2 Lamongan Purnomo, S.Pd., M.Pd.
Dalam sambutannya, Kepala MAN 2 Lamongan Purnomo menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas terselenggaranya kegiatan kolaborasi bersama Bakesbangpol Lamongan dan Duta Damai BNPT Jatim. Ia berharap materi yang disampaikan dapat memberikan manfaat dan nilai positif bagi peserta didik, sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan sekolah maupun masyarakat dalam mencegah penyebaran paham radikalisme dan terorisme yang menyasar generasi muda.
Pada sesi pemaparan materi, Kepala Bakesbangpol Kabupaten Lamongan Johny Indrianto F. menyoroti berbagai tantangan modernisasi yang dihadapi generasi muda. Ia menekankan pentingnya memperkuat pemahaman kebangsaan sebagai fondasi dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa menuju Indonesia Emas.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, toleran, dan bebas dari kekerasan. Para pelajar juga diajak untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial, mengingat ruang digital memiliki berbagai potensi ancaman, mulai dari perundungan hingga penyebaran ujaran kebencian.
Ia juga mengajak seluruh elemen sekolah untuk mengenali dan memahami bahaya intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme. Kepedulian, sikap saling memahami, serta pendampingan terhadap peserta didik dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya pencegahan sejak dini.
Sementara itu, Ketua Duta Damai BNPT Jawa Timur Ahmad Reza Rafsanjani menyampaikan bahwa kemajuan teknologi dan perkembangan zaman menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi generasi muda. Karena itu, pelajar perlu memiliki kemampuan untuk menyikapi perkembangan teknologi secara bijaksana dan mengambil manfaat positif dari kemajuan tersebut.
Ia menegaskan bahwa program Sekolah Damai menjadi salah satu langkah strategis untuk membangun kesadaran pelajar mengenai pentingnya menjaga toleransi, menghargai perbedaan, serta menolak segala bentuk perundungan dan kekerasan di lingkungan pendidikan.
Menurutnya, penyebaran paham ekstremisme dan radikalisme yang menyasar anak-anak dan generasi muda perlu menjadi perhatian bersama. Upaya pencegahan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan koordinasi dan kolaborasi lintas sektor, termasuk pemerintah, lembaga pendidikan, guru, keluarga, dan masyarakat.
“Lingkungan sekolah harus menjadi ruang yang aman bagi setiap peserta didik. Tidak boleh ada tempat bagi intoleransi, bullying, maupun kekerasan. Melalui Sekolah Damai, kami ingin mendorong pelajar agar memiliki kesadaran untuk saling menghormati, berpikir kritis, serta tidak mudah terpengaruh oleh narasi negatif yang dapat memecah belah persatuan,” menjadi pesan penting dalam kegiatan tersebut.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemutaran video edukasi mengenai bahaya intoleransi sebagai salah satu pintu masuk berkembangnya paham radikal, kemudian sesi diskusi dan tanya jawab interaktif bersama peserta. Kegiatan juga diisi dengan penyerahan cinderamata dan foto bersama.
Melalui kegiatan ini, Duta Damai BNPT Jawa Timur berharap program Sekolah Damai dapat semakin luas menjangkau lembaga pendidikan di Jawa Timur. Pelajar tidak hanya diharapkan memiliki prestasi akademik, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, memiliki semangat kebangsaan, menghargai keberagaman, dan mampu menjadi agen perdamaian di lingkungan masing-masing.
Kolaborasi bersama Bakesbangpol Kabupaten Lamongan ini menjadi salah satu bentuk komitmen bersama dalam membangun ketahanan generasi muda serta menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari intoleransi maupun kekerasan.(***).


















