PALU – kabaronenews.com – Angin rindu mulai berembus di sudut-sudut Kota Palu, membawa ingatan kolektif umat pada sosok ulama kharismatik, Sayyid Idrus bin Salim Aljufri.
Menjelang puncak peringatan Haul Akbar Sang Guru Tua ke-58 yang jatuh pada 1 April 2026, Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah bergerak cepat memastikan “tamu-tamu Allah” yang datang dari berbagai penjuru nusantara dapat beribadah dengan khusyuk dan aman.
Kamis (26/3/2026), bertempat di Aula Rupatama Polda Sulteng, jajaran kepolisian bersama instansi terkait menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektoral.
Rapat ini bukan sekadar urusan teknis birokrasi, melainkan bentuk khidmah (pelayanan) negara dalam menjaga marwah syiar Islam di Indonesia Timur.
Lautan Manusia dan Strategi Pengamanan
Diperkirakan, tak kurang dari 75.000 jamaah Abnaul Khairaat akan membanjiri Kompleks Religi Alkhairaat di Jalan Sis Aljufri.
Menghadapi gelombang manusia yang merindukan keberkahan ini, Polda Sulteng telah merancang strategi
pengamanan berlapis:
Rekayasa Arus dan Penjagaan Gerbang Langit:
Untuk menghindari kemacetan total, sejumlah ruas jalan menuju pusat acara akan dialihkan.
Personel akan bersiaga di titik-titik krusial guna memastikan kelancaran arus jamaah.
Benteng Pengamanan Berlapis:
Penjagaan dibagi menjadi beberapa ring, mulai dari jantung kegiatan di Masjid Al Khairaat hingga jalur-jalur penyangga.
Fokus utamanya adalah memberikan rasa aman tanpa mengurangi kekhidmatan acara.
Fasilitas Khidmah:
Panitia dan petugas menyiapkan kantong parkir luas, posko kesehatan, hingga layanan ambulans yang siaga 24 jam demi memuliakan para tamu Guru Tua.
Menuju Puncak Keberkahan
Ketua Panitia Haul, Habib Mohsen Alaydrus, mengungkapkan bahwa persiapan fisik di lapangan telah mencapai 90 persen.
Tenda-tenda raksasa kini telah tegak berdiri di sepanjang Jalan Sis Aljufri, siap menjadi peneduh bagi para pencari ilmu dan keberkahan.
Rangkaian sakral ini akan diawali dengan Festival Raudhah (28-30 Maret), disusul dengan malam penuh getaran doa melalui pembacaan Yasin, Tahlil, dan Doa Bersama pada 31 Maret.
Puncaknya, pada 1 April 2026 sebelum waktu Dzuhur, doa-doa akan melangit dalam persatuan umat yang luar biasa.
Harapan untuk Pahlawan Nasional
Lebih dari sekadar haul, momentum ke-58 ini juga menjadi ikhtiar batin masyarakat Sulawesi Tengah untuk kembali mengetuk pintu negara agar Guru Tua ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.
Jasa-jasanya dalam menyemai benih pendidikan dan dakwah Islam yang moderat di Indonesia Timur adalah warisan abadi yang tak lekang oleh zaman.
Dengan koordinasi yang matang antara Polda Sulteng, Forkopimda, dan panitia, diharapkan Haul Guru Tua tahun ini menjadi oase spiritual yang tertib, damai, dan penuh berkah bagi seluruh masyarakat.
NK


















