Lamongan, KabarOneNews.com— Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Lamongan (FEB UNISLA) kembali menegaskan perannya sebagai ruang lahirnya wirausahawan muda yang adaptif dan visioner melalui Seminar Kewirausahaan bertema tantangan dunia usaha yang digelar pada 22 Maret 2025. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk membedah realitas bisnis terkini sekaligus membangun mental kewirausahaan mahasiswa di tengah perubahan ekonomi yang semakin dinamis dan penuh ketidakpastian.
Seminar yang diikuti ratusan mahasiswa FEB UNISLA ini berlangsung dengan antusias. Sejak awal acara, peserta tampak aktif menyimak pemaparan materi dan terlibat dalam diskusi yang membahas langsung problem nyata dunia usaha, mulai dari perubahan perilaku konsumen, disrupsi teknologi digital, hingga tantangan keberlanjutan usaha di tengah tekanan ekonomi global dan lokal. Kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai forum akademik, tetapi juga sebagai ruang refleksi dan motivasi bagi mahasiswa yang tengah menyiapkan diri memasuki dunia usaha maupun dunia kerja.
Dekan FEB UNISLA, Dr. Abid Muhtarom, SE., MSE., dalam pernyataannya menegaskan bahwa kewirausahaan saat ini tidak lagi cukup dipahami sebagai kemampuan membuka usaha semata, melainkan sebagai cara berpikir dan bersikap dalam menghadapi perubahan. Menurutnya, tantangan dunia usaha semakin kompleks, sehingga mahasiswa perlu dibekali bukan hanya dengan teori, tetapi juga keberanian mengambil keputusan, kemampuan membaca peluang, serta ketangguhan menghadapi risiko.
Ia menyampaikan bahwa dunia usaha hari ini bergerak sangat cepat. Perubahan teknologi, digitalisasi pasar, dan pergeseran pola konsumsi menuntut pelaku usaha untuk terus belajar dan berinovasi. Dalam konteks ini, mahasiswa FEB UNISLA diharapkan mampu menjadi generasi wirausaha yang adaptif, kreatif, dan beretika. Pendidikan tinggi, lanjutnya, harus hadir sebagai ruang pembentuk karakter kewirausahaan yang kuat, bukan sekadar pencetak lulusan pencari kerja.
Dr. Abid Muhtarom juga menekankan pentingnya mental tahan banting dalam berwirausaha. Ia menyampaikan bahwa kegagalan bukanlah akhir, melainkan bagian dari proses pembelajaran yang justru akan memperkuat karakter seorang wirausaha. Melalui seminar ini, ia berharap mahasiswa mendapatkan gambaran nyata bahwa membangun usaha membutuhkan konsistensi, keberanian menghadapi ketidakpastian, serta kemampuan membangun jejaring dan kolaborasi.
Seminar kewirausahaan ini menjadi salah satu wujud komitmen FEB UNISLA dalam mengintegrasikan nilai akademik dengan kebutuhan riil masyarakat dan dunia usaha. Materi yang disampaikan tidak hanya menyoroti tantangan, tetapi juga peluang besar yang terbuka lebar bagi generasi muda, khususnya di sektor UMKM, ekonomi kreatif, dan bisnis berbasis digital. Mahasiswa diajak untuk melihat bahwa keterbatasan modal dan sumber daya bukanlah penghalang utama, selama memiliki ide, strategi, dan kemauan untuk terus belajar.
Suasana seminar berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang dimanfaatkan mahasiswa untuk mengangkat berbagai persoalan, mulai dari strategi memulai usaha sejak masih kuliah, menghadapi persaingan pasar, hingga mengelola usaha agar tetap berkelanjutan. Diskusi ini menunjukkan tingginya minat mahasiswa FEB UNISLA terhadap dunia kewirausahaan sekaligus kesadaran mereka akan tantangan yang akan dihadapi.
Dalam pernyataannya, Dekan FEB UNISLA juga mengajak mahasiswa untuk tidak takut bermimpi besar, namun tetap membumi. Ia menekankan bahwa kewirausahaan harus memiliki orientasi kebermanfaatan sosial, tidak hanya mengejar keuntungan semata. Usaha yang baik, menurutnya, adalah usaha yang mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar, sejalan dengan nilai-nilai yang dijunjung oleh UNISLA.
Kegiatan seminar ini diharapkan menjadi pemantik lahirnya ide-ide bisnis baru di kalangan mahasiswa FEB UNISLA. Lebih dari itu, seminar ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan fakultas dalam membangun ekosistem kewirausahaan kampus yang sehat, kolaboratif, dan relevan dengan tantangan zaman. FEB UNISLA terus mendorong mahasiswa untuk aktif mengikuti berbagai kegiatan pengembangan diri sebagai bekal menghadapi dunia usaha yang penuh dinamika.
Dengan terselenggaranya Seminar Kewirausahaan ini, FEB UNISLA kembali menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan yang responsif terhadap perubahan dan kebutuhan dunia usaha. Harapannya, mahasiswa tidak hanya lulus dengan ijazah, tetapi juga dengan keberanian, kreativitas, dan kesiapan menjadi pelaku usaha yang mampu menjawab tantangan sekaligus menciptakan peluang di masa depan.



















